DALIL LĀ ILĀHA ILLALLĀH MUḤAMMADUR RASŪLULLĀH AYAT AL-QUR’AN
لَآ إِلَٰهَ إِلَّا اللّٰهُ lā ilāha illallāh secara eksplisit Allah ﷻ sebutkan hanya di 2 tempat di dalam Al-Qur’an, yaitu di surah:
Sedangkan مُّحَمَّدٞ رَّسُولُ اللّٰهِ muḥammadur rosūlullāh secara eksplisit hanya di 1 tempat, yaitu di surah:
- Al-Fatḥ (48) ayat 29[48:29]
DALIL LĀ ILĀHA ILLALLĀH
إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا اللّٰهُ يَسۡتَكۡبِرُونَ٣٧
Sesungguhnya dahulu apabila dikatakan kepada mereka, lā ilāha illallāh, mereka menyombongkan diri.
فَاعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ…١٩
Ketahuilah (ilmui, pahami, yakini) lā ilāha illallāh, serta mohonlah ampunan atas dosamu…
DALIL MUḤAMMADUR RASŪLULLĀH
مُّحَمَّدٞ رَّسُولُ اللّٰهِۚ وَالَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى الۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَهُمۡۖ…٢٩
Muḥammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka (Mukmin)…
lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh
Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.
allāhu wa rosūluhu a`lam
Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.
REFERENSI
DALIL LĀ ILĀHA ILLALLĀH
إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا اللّٰهُ يَسۡتَكۡبِرُونَ٣٧
Sesungguhnya dahulu apabila dikatakan kepada mereka, lā ilāha illallāh (Tidak ada tuhan yang benar kecuali Allah), mereka menyombongkan diri.
فَاعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَالۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ١٩
Ketahuilah (ilmui, pahami, yakini) bahwa tidak ada tuhan yang benar kecuali Allah, serta mohonlah ampunan atas dosamu dan (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kegiatan dan tempat istirahatmu.
DALIL MUḤAMMADUR RASŪLULLĀH
مُّحَمَّدٞ رَّسُولُ اللّٰهِۚ وَالَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى الۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعٗا سُجَّدٗا يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضۡوَٰنٗاۖ سِيمَاهُمۡ فِي وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ السُّجُودِۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمۡ فِي التَّوۡرَىٰةِۚ وَمَثَلُهُمۡ فِي الۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَاسۡتَغۡلَظَ فَاسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الۡكُفَّارَۗ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّـٰلِحَٰتِ مِنۡهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمَۢا٢٩
Muḥammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka (Mukmin). Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Itu adalah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan tumbuh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. (Keadaan mereka diumpamakan seperti itu) karena Allah hendak membuat marah orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.


